Berita
18 Feb 2026 15:20:07
Admin
SURABAYA, 13 Februari 2026 – Suasana ruang kelas di SLB B-C Santi Mulia tampak berbeda dari biasanya. Konsentrasi tinggi dan semangat terpancar dari wajah para siswa saat mengikuti hari terakhir Ujian Praktek Keterampilan Menjahit. Ujian ini merupakan bagian dari rangkaian penilaian akhir bagi siswa untuk menunjukkan kemandirian dan keterampilan motorik yang telah mereka pelajari selama ini.
Menjahit manik-manik bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan koordinasi mata dan tangan yang sangat prima, serta kesabaran ekstra untuk memasukkan benang ke lubang jarum yang kecil dan menyusun manik-manik satu per satu sesuai pola.
Dalam foto-foto kegiatan, terlihat para siswa dengan tekun menggunakan berbagai perlengkapan:
Bagi siswa dengan spektrum Autis dan Down Syndrome, aktivitas menjahit memerlukan pendekatan khusus. Salah satu metode yang digunakan dalam ujian ini adalah menjahit pola mainan menggunakan media karton tebal berbentuk pakaian (baju, rok, dan topi) yang telah dilubangi.
Dengan menggunakan tali kur berwarna cerah, para siswa dengan telaten mengikuti alur lubang pada pola mainan tersebut sebelum melangkah ke tingkat kesulitan yang lebih tinggi.
Di akhir sesi ujian, wajah-wajah penuh kebanggaan terpancar saat para siswa menunjukkan hasil akhir karya mereka. Tas kain yang tadinya polos kini berubah menjadi produk kerajinan tangan yang bernilai seni berkat sentuhan manik-manik yang mereka jahit sendiri.
"Ujian ini bukan sekadar mengejar nilai, tapi tentang bagaimana siswa kami mampu fokus pada satu pekerjaan detail hingga tuntas. Melihat mereka bangga memegang hasil jahitannya adalah pencapaian terbesar bagi kami," ungkap salah satu guru pendamping.
Melalui ujian praktek menjahit manik-manik ini, sekolah berharap siswa tidak hanya mendapatkan keterampilan vokasional, tetapi juga kepercayaan diri bahwa mereka mampu menghasilkan karya yang indah dan fungsional.
01 Februari 2026
Admin
25 Januari 2026
Admin
Managed By ABK Istimewa
@2022 - 2026